Balon Udara Jatuh Timpa Rumah Warga, Kapolres Pacitan: Waspadai Tradisi Berbahaya


 PACITAN- Sebuah balon udara jatuh menimpa rumah warga di Dusun Grogol, Desa Tahunan, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Rabu (1/5/2024) pagi. Kejadian ini mengakibatkan empat orang mengalami luka bakar ringan.


Kapolres Pacitan, AKBP Agung Nugroho, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, balon udara yang terbuat dari plastik bening itu turun dari atas dan meletus saat korban sedang beraktivitas di rumah.


"Sekitar pukul 08.30 WIB, saat korban sedang beraktivitas di TKP, tiba-tiba balon udara turun dari atas dan meletus. Akibatnya, empat orang mengalami luka bakar ringan," ujar AKBP Agung Nugroho, Rabu (1/5/2024).


Korban yang mengalami luka bakar ringan adalah Marmin (45), Ivan Al Mutaqin (27), Sarmin (43), dan Mbah Katiyah (67). Mereka telah dibawa ke RSUD dr. Hardjono Ponorogo untuk mendapatkan perawatan medis.


Menurut AKBP Agung Nugroho, balon udara tersebut diduga dibuat oleh seseorang dari luar Pacitan. Tradisi menerbangkan balon udara memang sering dilakukan di wilayah Kabupaten Ponorogo saat momen Lebaran.


"Balon udara terbawa angin sehingga tidak bisa dipastikan lokasi pembuatnya. Balon ini dibuat dari plastik bening dan kemungkinan dibuat dengan anggaran minim, memanfaatkan sisa balon dari momen Lebaran yang tidak sempat diterbangkan karena ketatnya pengawasan," jelas AKBP Agung Nugroho.


AKBP Agung Nugroho menegaskan bahwa penerbangan balon udara dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Balon udara yang jatuh dan meletus dapat mengakibatkan kebakaran, kerusakan rumah, dan bahkan korban jiwa.


"Masih ada kemungkinan penerbangan balon udara oleh masyarakat saat momen Lebaran setiap tahun. Selain itu, adanya sponsor yang membiayai pembuatan balon udara juga perlu diwaspadai," imbuhnya.


Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, AKBP Agung Nugroho mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap keberadaan balon udara di wilayah masing-masing. 


Saat ini, Polres Pacitan juga tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa sejumlah saksi. 


Ia juga meminta Bhabinkamtibmas Polres Pacitan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan bersinergi dengan aparatur desa untuk mempercepat penanganan masalah di daerah terpencil. (*)