DPR RI dan BGN Sosialisasi Program MBG
di Depok
Depok, Jawa Barat (9/11) – SUARAKHATULISTIWA.com
Program prioritas nasional Makan
Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan pemerintah ke masyarakat untuk
memperluas penerima manfaat. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan wawasan
dan menambah pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi sejak dini
untuk mendukung tumbuh kembang yang maskimal.
DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi
Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG di Depok, Jawa Barat pada Jumat,
(7/11).
Acara ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, H. Achmad
Ru’yat, Ketua
Umum MPDI, KH. Ayi
Abdul Rosyid, Perwakilan Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi
Nasional (BGN), Kolonel Cba R. Wira Manggala, serta ratusan
masyarakat.
Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX
DPR RI, Achmad
Ru’yat menjelaskan bahwa program MBG merupakan wujud nyata janji kampanye
Presiden RI Prabowo Subianto sekaligus komitmen negara dalam menyiapkan
generasi unggul sejak masa kehamilan hingga usia 18 tahun.
Ia menegaskan bahwa pembangunan
Indonesia yang sangat beragam hanya dapat dicapai bila seluruh pemangku
kepentingan bersatu.
“Program ini lahir karena perhatian
besar Presiden terhadap kesehatan dan perkembangan anak sejak 1000 hari pertama
kehidupan,” ujar Achmad Ru’yat.
Menambahkan, perwakilan Badan Gizi Nasional Kolonel Wira Manggala memaparkan bahwa
MBG dirancang untuk menjawab tingginya angka anak dengan masalah gizi, termasuk
stunting. Ia menekankan bahwa persoalan gizi tidak hanya berkaitan dengan
ekonomi, melainkan juga pola makan dan minimnya edukasi gizi.
“Program ini memastikan manfaat gizi
diterima langsung oleh anak, bukan hanya berupa bantuan tunai yang belum tentu
efektif,” jelasnya.
Sementara itu, KH. Ayi Abdul Rosyid
menyatakan bahwa pesantren merupakan mitra strategis dalam pelaksanaan MBG
karena telah terbiasa mengelola konsumsi ribuan santri setiap hari.
Ia menegaskan kesiapan pesantren untuk
berkolaborasi dan berharap peningkatan gizi anak khususnya santri dapat tercapai melalui program ini.
Berdasarkan riset, Indonesia
diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan
program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang
sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan. (red)
