Madiun, INFO_PAS – Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali menggelar kegiatan pengajian rutin yang dilaksanakan di Masjid At-Taubah, Kamis (8/1). Kegiatan pengajian rutin ini menghadirkan dua penceramah dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan, yakni Ustadz Yusuf dan Ustadz Rahmat, serta didampingi oleh petugas pembinaan Lapas.
Kegiatan diawali dengan pembacaan shalawat bersama dan lantunan Asmaul Husna yang diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh para warga binaan. Suasana religius terasa semakin khidmat, mencerminkan antusiasme warga binaan dalam mengikuti pembinaan keagamaan.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian dan tausiyah. Dalam ceramahnya, Ustadz Yusuf menyampaikan pesan tentang pentingnya kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi setiap ujian kehidupan. Ia menekankan bahwa setiap kesulitan yang dihadapi manusia pasti disertai dengan kemudahan apabila disikapi dengan iman dan tawakal kepada Allah SWT.
“Apapun kesulitan yang sedang kita hadapi, yakinlah bahwa Allah tidak akan memberi ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Di balik kesulitan, pasti ada kemudahan, asalkan kita terus berusaha, bersabar, dan mendekatkan diri kepada Allah,” tutur Ustadz Yusuf.
Sementara itu, Ustadz Rahmat menambahkan bahwa masa pembinaan di dalam lapas dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Ia mengajak para warga binaan untuk memanfaatkan waktu dengan memperbanyak ibadah dan menuntut ilmu agama sebagai bekal kehidupan ke depan.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, menegaskan bahwa kegiatan pengajian rutin merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang secara konsisten dilaksanakan.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan rohani kepada warga binaan. Melalui kegiatan keagamaan seperti pengajian ini, kami berharap para warga binaan dapat memperkuat iman dan takwa, serta memiliki bekal moral dan spiritual yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” tegas Wahyu.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lapas Pemuda Madiun berharap dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang religius, kondusif, serta mendukung proses pembinaan secara menyeluruh bagi warga binaan. (Humas Lapas Pemuda Madiun)