Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun melaksanakan panen ikan lele sebanyak 2.225 ekor, Senin (18/5). Panen tersebut merupakan hasil budidaya Warga Binaan yang dilaksanakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Pemuda Madiun sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
Hasil panen ikan lele selanjutnya dipasarkan dan didistribusikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, untuk mendukung kebutuhan bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pemuda Madiun, Denny Wahyu Kristanto, menyampaikan bahwa kegiatan budidaya ikan lele tersebut merupakan bentuk pembinaan produktif yang tidak hanya memberikan keterampilan kepada Warga Binaan, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.
“Program budidaya lele ini menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan agar mereka memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti. Selain itu, hasil panen yang dipasarkan juga menjadi bentuk kontribusi dalam mendukung kebutuhan pangan bergizi di masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Madigondo, Rendita Kirana, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin bersama Lapas Pemuda Madiun dalam mendukung pelaksanaan program MBG.
“Kami menyambut baik kerja sama ini karena dapat membantu pemenuhan kebutuhan bahan pangan bergizi untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya di wilayah Kecamatan Takeran,” ungkapnya.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen mengembangkan program pembinaan yang produktif dan berdampak positif.
“Melalui program pembinaan kemandirian seperti budidaya ikan lele ini, kami ingin membangun semangat produktivitas Warga Binaan sekaligus menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi. Ini juga menjadi bentuk dukungan nyata Lapas Pemuda Madiun terhadap program-program pemerintah,” tegasnya.
Melalui kegiatan panen lele tersebut, Lapas Pemuda Madiun tidak hanya berhasil mengoptimalkan program pembinaan Warga Binaan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)