Lapas Pemuda Madiun Gandeng Desa Kuwu, Wujudkan Desa Binaan yang Produktif dan Berdaya

  


Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun menjalin koordinasi dengan Pemerintah Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun terkait rencana pembangunan desa binaan, Kamis (11/6). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam mendorong pengembangan program desa binaan sebagai bagian dari penguatan pembinaan berbasis masyarakat.

Pertemuan berlangsung dialogis dengan membahas konsep pengembangan desa binaan yang terintegrasi, meliputi pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta keterlibatan Warga Binaan dalam kegiatan produktif yang bernilai tambah. Program ini diharapkan tidak hanya berdampak bagi Warga Binaan, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, PJ Kepala Desa Kuwu, Fajar Lumaksono, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Lapas Pemuda Madiun dalam membangun sinergi dengan pemerintah desa. Menurutnya, program desa binaan menjadi peluang yang baik untuk mengembangkan potensi desa sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan program yang berdampak dan selaras dengan arahan pimpinan.

“Program desa binaan ini merupakan implementasi nyata arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan agar pembinaan memberikan manfaat yang lebih luas. Kami berkomitmen bersinergi dengan pemerintah desa untuk menghadirkan program yang produktif, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Rudi.

PJ Kepala Desa Kuwu, Fajar Lumaksono, menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan pihak desa untuk berkolaborasi.

“Kami sangat mendukung program desa binaan ini. Harapannya, kolaborasi dengan Lapas Pemuda Madiun dapat membuka peluang pemberdayaan masyarakat, mengembangkan potensi desa yang ada, serta memberikan manfaat yang nyata bagi warga Desa Kuwu maupun Warga Binaan,” ungkap Fajar.




Dalam kesempatan tersebut, Kalapas Rudi Kristiawan bersama jajaran juga meninjau hasil karya batik yang diproduksi oleh ibu-ibu PKK Desa Kuwu. Berbagai motif batik khas yang dihasilkan menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa yang memiliki nilai ekonomi dan budaya.

Melalui koordinasi ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang solid antara Lapas Pemuda Madiun dan Pemerintah Desa Kuwu dalam mewujudkan program desa binaan yang produktif, berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung keberhasilan program pembinaan pemasyarakatan. (Humas Lapas Pemuda Madiun)