Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun menerima 149 Warga Binaan pindahan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya. Pemindahan ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk mendukung optimalisasi pembinaan, pemerataan kapasitas hunian, serta memastikan setiap Warga Binaan memperoleh program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku, Jumat (12/6).
Setibanya di Lapas Pemuda Madiun, seluruh Warga Binaan menjalani serangkaian tahapan pemeriksaan sebagai bagian dari proses admisi dan orientasi. Petugas terlebih dahulu melakukan verifikasi dan pemeriksaan identitas guna memastikan kesesuaian data administrasi setiap Warga Binaan dengan dokumen pemindahan yang telah diterima.
Selain itu, petugas keamanan juga melaksanakan pemeriksaan badan dan barang bawaan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada barang-barang terlarang yang masuk ke dalam lapas serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan.
Tidak hanya pemeriksaan administrasi dan keamanan, tim medis Lapas Pemuda Madiun turut melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh Warga Binaan yang baru datang. Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi kesehatan umum, pendataan riwayat penyakit yang pernah diderita, serta riwayat pengobatan yang sedang atau pernah dijalani oleh Warga Binaan.
Pemotongan rambut pun turut dilakukan sebagai bagian dari proses admisi dan orientasi guna menjaga kebersihan, kesehatan, serta kerapian Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan di Lapas Pemuda Madiun.
Setelah itu, setiap Warga Binaan menerima empat stel baju dis yang akan digunakan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku selama menjalani masa pembinaan. Pemberian baju dis tersebut merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar Warga Binaan sekaligus mendukung terciptanya ketertiban, kedisiplinan, dan keseragaman di lingkungan lapas.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa seluruh Warga Binaan yang baru diterima akan mendapatkan pelayanan dan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami memastikan seluruh proses penerimaan Warga Binaan berjalan sesuai prosedur, mulai dari pemeriksaan administrasi, keamanan, hingga kesehatan. Selanjutnya mereka akan mengikuti program pembinaan yang telah disiapkan agar dapat menjalani masa pidana dengan baik, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik," ujar Rudi.
Plh. Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) bersama Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) turut memberikan arahan kepada seluruh Warga Binaan yang baru diterima. Dalam arahannya, para Warga Binaan mendapatkan sosialisasi mengenai tata tertib, kewajiban, serta hak-hak mereka selama menjalani pembinaan di Lapas Pemuda Madiun. Harapannya, Warga Binaan dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya dan mengikuti seluruh program pembinaan yang diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.
Dengan pembinaan yang terarah, diharapkan para Warga Binaan mampu beradaptasi, termotivasi, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik serta siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pidana. (Humas Lapas Pemuda Madiun)