Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun mengikuti kegiatan sosialisasi Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan Rontgen Dada serta Optimalisasi Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) Fitur Wasketrehab dalam Penanggulangan Penyakit Menular yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan secara virtual melalui Zoom Meeting, Rabu (1/7).
Kegiatan yang dipimpin oleh Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tersebut diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia, termasuk Lapas Pemuda Madiun. Dari Lapas Pemuda Madiun, kegiatan diikuti oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Afifudin Muhammad Yunus, beserta jajaran Klinik Lapas Pemuda Madiun di ruang teleconference Lapas.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh penguatan terkait pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui pemeriksaan rontgen dada sebagai upaya deteksi dini penyakit, khususnya penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC). Selain itu, disampaikan pula materi mengenai optimalisasi penggunaan fitur Wasketrehab pada Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) guna meningkatkan kualitas pendataan, pemantauan, pelaporan, serta tindak lanjut layanan kesehatan dan rehabilitasi di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa Lapas Pemuda Madiun berkomitmen mendukung seluruh kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi Warga Binaan.
"Pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak dasar Warga Binaan yang harus dipenuhi secara optimal. Melalui kegiatan ini, kami semakin memahami pentingnya deteksi dini penyakit menular serta pemanfaatan teknologi informasi melalui fitur Wasketrehab sebagai sarana pendukung pengelolaan layanan kesehatan yang lebih efektif, akuntabel, dan terintegrasi," ujar Rudi.
Melalui sosialisasi ini, seluruh UPT Pemasyarakatan diharapkan mampu mengimplementasikan pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi, akurat, dan berbasis data, sehingga upaya pencegahan maupun penanganan penyakit menular dapat dilakukan secara lebih efektif. (Humas Lapas Pemuda Madiun)