Perkuat Pembinaan Kepribadian, Lapas Pemuda Madiun Gandeng Gereja Orthodox Boyolali Gelar Pembinaan Kerohanian Agama Kristen dan Katolik



Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus memperkuat program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan kerohanian agama Kristen dan Katolik yang bekerja sama dengan Gereja Orthodox Boyolali, Rabu (1/7).


Kegiatan ini menghadirkan Pendeta Romo Markus Wiyono beserta tim yang memberikan pelayanan dan pembinaan rohani kepada Warga Binaan di Gereja Oikumene Lapas Pemuda Madiun. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusias dari para peserta yang mengikuti setiap rangkaian ibadah dan penyampaian materi kerohanian.


Didampingi oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Afifudin Muhammad Yunus, kegiatan tersebut berjalan dengan tertib dan lancar sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian yang dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan. Selain ibadah bersama, Warga Binaan juga diajak untuk memperdalam nilai-nilai kasih, pengampunan, kejujuran, dan pengharapan sebagai bekal dalam menjalani proses pembinaan.


Dalam kesempatan tersebut, Pendeta Romo Markus Wiyono menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta memperkuat iman Warga Binaan agar mampu menjalani kehidupan dengan lebih baik.


"Kami berharap melalui pelayanan ini, Warga Binaan semakin dekat dengan Tuhan, memiliki hati yang penuh pengharapan, serta termotivasi untuk memperbaiki diri. Tidak ada seorang pun yang kehilangan kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik selama memiliki kemauan dan keyakinan," ungkap Romo Markus Wiyono.


Sementara itu, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Afifudin Muhammad Yunus, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu program utama dalam pembentukan karakter Warga Binaan.


"Pembinaan keagamaan menjadi sarana yang efektif untuk membangun kesadaran, meningkatkan kualitas spiritual, serta menanamkan nilai-nilai moral kepada Warga Binaan. Kami terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan melalui sinergi dengan berbagai pihak agar proses pembinaan berjalan secara optimal," jelas Yunus.


Terpisah, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa pemenuhan hak Warga Binaan dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya merupakan komitmen yang terus diwujudkan oleh Lapas Pemuda Madiun.


"Kami berkomitmen memberikan pembinaan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan Warga Binaan, termasuk aspek spiritual. Melalui kerja sama dengan berbagai lembaga keagamaan, kami berharap Warga Binaan memiliki bekal moral, karakter, dan keimanan yang kuat sehingga siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab," tegas Rudi.


Melalui kegiatan ini, Lapas Pemuda Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan kepribadian yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Warga Binaan yang beriman, berkarakter, serta siap berintegrasi kembali dengan masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)