Madiun, INFO_PAS – Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun terus berkomitmen membentuk karakter dan meningkatkan kualitas kepribadian warga binaan melalui pembinaan rohani Islam yang dilaksanakan secara rutin di Masjid At-Taubah. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut diikuti oleh warga binaan yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian ibadah dan pembelajaran keagamaan sebagai bekal memperbaiki diri selama menjalani masa pidana, Senin (20/7).
Sebelum kegiatan dimulai, seluruh warga binaan terlebih dahulu melaksanakan absensi melalui SDP Pembinaan Kehadiran Warga Binaan. Sistem absensi tersebut merupakan bentuk monitoring yang dilakukan petugas untuk memastikan keikutsertaan warga binaan dalam setiap program pembinaan. Selain sebagai kontrol kehadiran, data pada SDP juga menjadi bahan evaluasi guna mengukur tingkat partisipasi warga binaan sehingga pelaksanaan pembinaan dapat berjalan secara efektif, terarah, dan berkelanjutan.
Kegiatan kemudian diawali dengan pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah, dilanjutkan pembacaan Surat Yasin, lantunan Asmaul Husna, serta tausiyah yang disampaikan oleh ustaz dari Pondok Pesantren Al Fatah Temboro. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan, menunjukkan semangat untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan memperbaiki akhlak.
Pembinaan tersebut turut dihadiri Staf Binadik Mansur Shodiq, yang melakukan monitoring secara langsung guna memastikan seluruh kegiatan berjalan tertib dan seluruh warga binaan mengikuti pembinaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar utama dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan agama, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan warga binaan untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab.
"Absensi melalui SDP Pembinaan Kehadiran Warga Binaan merupakan bagian penting dari sistem monitoring kami. Dengan data tersebut, petugas dapat memastikan seluruh warga binaan mengikuti pembinaan secara rutin dan memperoleh hak pembinaan dengan baik. Harapannya, melalui pembinaan rohani yang dilaksanakan secara konsisten, warga binaan mampu meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, serta memiliki bekal untuk kembali menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan bermanfaat di tengah masyarakat," ujar Rudi Kristiawan.
Salah seorang warga binaan berinisial A mengaku merasakan manfaat besar dari pembinaan rohani yang rutin dilaksanakan di Masjid At-Taubah. Baginya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memotivasi dirinya agar menjadi pribadi yang lebih baik.
"Saya merasa lebih tenang dan semakin semangat mengikuti pembinaan ini. Sholat Dhuha, membaca Surat Yasin, Asmaul Husna, hingga mendengarkan ceramah membuat saya lebih banyak bersyukur dan introspeksi diri. Kehadiran kami juga dipantau melalui SDP sehingga kami semakin disiplin mengikuti setiap kegiatan. Saya berharap ilmu yang saya peroleh selama di sini menjadi bekal untuk menjalani hidup yang lebih baik setelah bebas nanti," tutur A.
Melalui pembinaan kepribadian yang dilaksanakan secara konsisten dan didukung sistem monitoring melalui SDP Pembinaan Kehadiran Warga Binaan, Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan, yakni membina warga binaan agar memiliki kepribadian yang lebih baik, berakhlak mulia, serta siap kembali berperan positif di tengah keluarga dan masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)