Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal tersebut dibuktikan dengan mulai aktifnya kegiatan peternakan ayam petelur yang berada di area brandgang Lapas setelah sebanyak 1.000 ekor ayam petelur menempati kandang baru yang telah disiapkan, Senin (13/7).
Sejak pagi, jajaran Seksi Kegiatan Kerja yang dipimpin Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja (Bimlola), Sumarji, bersama Warga Binaan yang bertugas sebagai pekerja, melaksanakan proses pemindahan ayam ke kandang baru. Kegiatan berlangsung dengan lancar sebagai langkah awal optimalisasi budidaya ayam petelur di lingkungan Lapas.
Kasubsi Bimlola, Sumarji, mengatakan bahwa kandang baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas peternakan sehingga hasilnya dapat memberikan manfaat yang lebih besar.
"Pemindahan 1.000 ekor ayam petelur ke kandang baru ini merupakan bagian dari pengembangan program pembinaan kemandirian Warga Binaan. Kami berharap ayam dapat beradaptasi dengan baik, sehat, dan segera berproduksi sehingga mampu mendukung kebutuhan pangan di lingkungan Lapas," ujar Sumarji.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa mulai pagi hari ini sebanyak 1.000 ekor ayam petelur telah resmi aktif dipelihara sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan yang digalakkan oleh Presiden Republik Indonesia dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
"Mulai pagi hari ini, 1.000 ekor ayam petelur telah aktif dipelihara di Lapas Pemuda Madiun sebagai dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan yang digalakkan Bapak Presiden dan Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Semoga ayam-ayam ini segera bertelur sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan Warga Binaan dan juga dapat menyuplai kebutuhan telur bagi rekanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekitar wilayah Kota Madiun," ujar Rudi.
Selain mengembangkan peternakan ayam petelur, Lapas Pemuda Madiun juga mengelola berbagai program ketahanan pangan lainnya, seperti peternakan kambing, budidaya ikan lele, nila, dan patin, serta pertanian kangkung, terong, cabai, dan tomat. Seluruh program tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan sekaligus mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.
"Kami akan terus mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki Lapas melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Selain menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan, program ketahanan pangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional," tambah Rudi.
Melalui berbagai program tersebut, Lapas Pemuda Madiun terus mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle) secara optimal. Program ini menjadi wujud nyata komitmen Lapas Pemuda Madiun dalam membangun pembinaan yang produktif, bermanfaat, dan berkelanjutan. (Humas Lapas Pemuda Madiun)