Madiun, INFO_PAS – Suasana penuh keakraban dan kebersamaan mewarnai rangkaian kegiatan Doa dan Istighosah untuk Negeri dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun. Usai doa dan ceramah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, bersama jajaran Forkopimda, stakeholder, insan media, petugas, serta warga binaan menikmati makan bersama dengan menu nasi cadong. (12/08)
Kegiatan makan bersama tersebut menjadi momen istimewa karena seluruh peserta menyantap makanan yang sama. Para petugas Lapas Pemuda Madiun tampak sibuk membagikan nasi cadong kepada seluruh peserta. Tanpa sekat dan perbedaan, jajaran Pemasyarakatan, tamu undangan, hingga warga binaan duduk bersama menikmati hidangan.
Hal menarik terjadi ketika Kusnali menerima nasi cadong yang telah diberikan oleh petugas. Dengan penuh kesederhanaan, Kakanwil kemudian menukarkan nasi tersebut dengan nasi cadong milik salah seorang warga binaan. Tindakan tersebut menjadi simbol kuat bahwa tidak ada perbedaan dalam hal makanan yang diberikan kepada warga binaan.
Kusnali menegaskan bahwa seluruh warga binaan berhak mendapatkan pelayanan yang layak dan makanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Makan bersama tersebut juga menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus upaya membangun komunikasi yang lebih humanis antara petugas, pimpinan, dan warga binaan.
“Tidak ada perbedaan. Apa yang diberikan kepada warga binaan, itulah yang kita makan bersama. Hari ini kita duduk bersama, makan bersama, sehingga tidak ada jarak antara kami dengan warga binaan. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang baik, humanis, dan sesuai dengan ketentuan,” tegas Kusnali.
Menurutnya, kebersamaan seperti ini penting untuk membangun suasana Pemasyarakatan yang lebih positif. Warga binaan tidak hanya membutuhkan pembinaan, tetapi juga perlu mendapatkan perhatian dan perlakuan yang manusiawi selama menjalani proses pembinaan.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa makan nasi cadong bersama menjadi gambaran nyata dari semangat kebersamaan yang terus dibangun di lingkungan Lapas Pemuda Madiun.
“Momen makan bersama ini sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat besar. Ketika pimpinan, petugas, stakeholder, media, dan warga binaan duduk bersama menikmati makanan yang sama, kita ingin menunjukkan bahwa Pemasyarakatan hadir dengan semangat kebersamaan dan humanis. Tidak ada sekat dalam membangun komunikasi dan memberikan pembinaan,” ujar Rudi.
Rudi menambahkan, pihaknya terus berupaya memastikan pemenuhan hak-hak warga binaan, termasuk penyediaan makanan yang layak dan sesuai standar.
“Kami ingin warga binaan merasakan bahwa mereka tetap menjadi bagian dari masyarakat. Mereka sedang menjalani proses pembinaan dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Karena itu, pendekatan yang humanis dan penuh kekeluargaan akan terus kami kedepankan,” tambahnya.
Bagi warga binaan, momen makan bersama tersebut meninggalkan kesan tersendiri. Salah seorang warga binaan berinisial A mengaku senang dapat makan bersama pimpinan dan para tamu undangan.
“Kami merasa senang dan bangga bisa makan bersama seperti ini. Apalagi Bapak Kakanwil mau menukar nasi dengan nasi kami. Bagi kami itu menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan dan kami juga diperhatikan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus ada,” ungkap A.
Kegiatan makan bersama tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Canda dan obrolan ringan antara warga binaan dengan para tamu turut mencairkan suasana. Momen sederhana ini sekaligus menjadi pesan bahwa Pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang keamanan dan pembinaan, tetapi juga tentang kepedulian, kesetaraan, serta penghormatan terhadap martabat manusia.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Pemuda Madiun kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan proses pembinaan yang humanis, transparan, dan berorientasi pada perubahan positif bagi warga binaan sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)