Belajar Bahasa Indonesia, Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun Pelajari Teks Deskripsi

 



Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus mendukung pemenuhan hak pendidikan bagi Warga Binaan melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Program Pendidikan Kesetaraan Paket B. Kali ini, Warga Binaan mempelajari materi tentang teks deskripsi, Senin (7/9).

Pembelajaran berlangsung di Ruang Kelas Lapas Pemuda Madiun bersama Hery Anggorowati, tutor dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Mustofa Kota Madiun. Dalam pembelajaran tersebut, Hery menjelaskan materi mulai dari pengertian teks deskripsi, ciri-ciri, struktur, hingga cara menyusun teks deskripsi yang baik dan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.

Materi disampaikan secara interaktif dengan memberikan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Warga binaan juga diajak untuk mengidentifikasi objek yang dapat dideskripsikan serta menyusun kalimat yang mampu menggambarkan objek tersebut secara jelas dan rinci.

Pembahasan berlangsung melalui metode tanya jawab. Warga binaan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, serta menjawab pertanyaan yang diberikan tutor. Suasana pembelajaran pun berlangsung aktif dan penuh antusias.

Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa pembelajaran melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket B menjadi bagian penting dalam memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri selama menjalani masa pembinaan.

“Pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Melalui pembelajaran seperti ini, kami berharap warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan kepercayaan diri yang dapat menjadi bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” ujar Rudi.

Menurut Rudi, pihaknya akan terus mendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan dengan menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif. Kolaborasi dengan PKBM juga menjadi salah satu bentuk sinergi dalam memberikan layanan pendidikan yang berkelanjutan bagi Warga Binaan.

Interaksi antara tutor dan Warga Binaan terlihat selama proses pembelajaran. Beberapa Warga Binaan aktif menjawab pertanyaan dan mencoba menyampaikan contoh teks deskripsi berdasarkan objek yang mereka kenal.

Hery Anggorowati selaku tutor dari PKBM Al Mustofa Kota Madiun menyampaikan bahwa materi teks deskripsi dipilih untuk membantu Warga Binaan memahami cara menggambarkan suatu objek secara jelas, baik melalui ciri fisik maupun karakteristik lainnya.

“Melalui materi teks deskripsi, Warga Binaan kami ajak untuk belajar mengamati suatu objek kemudian menuangkannya dalam bentuk tulisan. Tidak hanya memahami pengertiannya, tetapi juga bagaimana menyusun struktur dan menggunakan kata-kata yang tepat agar pembaca dapat membayangkan objek yang dijelaskan,” jelas Hery.

Ia menambahkan, metode tanya jawab dan pemberian contoh secara langsung membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami. Warga Binaan juga terlihat antusias mengikuti materi dan berani menyampaikan pendapat selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, salah seorang Warga Binaan yang mengikuti pembelajaran, LS, mengaku senang dapat kembali mengikuti kegiatan belajar. Menurutnya, pembelajaran Bahasa Indonesia memberikan pengetahuan baru sekaligus menjadi kegiatan positif selama berada di Lapas.

“Materinya menarik dan cukup mudah dipahami karena kami diberikan contoh-contoh. Saya jadi lebih tahu bagaimana cara membuat teks deskripsi dan menyusun kalimat untuk menggambarkan sesuatu dengan lebih jelas,” ungkap LS.

Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Program Pendidikan Kesetaraan Paket B, Lapas Pemuda Madiun berupaya memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk terus mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan potensi diri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan dalam mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)