Bersih dari Halinar! Lapas Pemuda Madiun Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama APH

 



Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) wilayah Kota Madiun Raya dalam melaksanakan razia gabungan dan tes urine, Senin (21/9) malam. Kegiatan tersebut melibatkan Polres Madiun Kota, Kodim 0803 Madiun, Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim, BNN Kabupaten Kediri, serta Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Madiun.


Rangkaian kegiatan diawali dengan apel persiapan yang dipimpin Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan. Sebelum pelaksanaan razia, turut dilakukan pengumpulan dan pengecekan handphone milik petugas Lapas sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan perangkat komunikasi, termasuk potensi keterkaitan dengan praktik judi online.


Dalam amanatnya, Rudi Kristiawan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Indonesia untuk melaksanakan razia gabungan dengan mengedepankan sinergi bersama APH pada 15–25 September 2026.


“Razia gabungan ini merupakan tindak lanjut atas perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan sekaligus bentuk komitmen kita dalam mendukung pemberantasan Halinar, yaitu handphone, pungutan liar, dan narkoba. Kegiatan ini juga sejalan dengan 15 Program Aksi yang dicanangkan oleh Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Rudi.


Usai apel, petugas dibagi ke dalam beberapa tim untuk melaksanakan penggeledahan pada seluruh blok hunian Warga Binaan. Penggeledahan menyasar Blok A (Maximum Security), Blok B (Medium Security), Blok C (Minimum Security 1), Blok D (Minimum Security 2), serta Blok E (Straf Cell).


Selain penggeledahan, Rudi Kristiawan, juga mengumpulkan seluruh Warga Binaan dari Blok A hingga Blok D di lapangan olahraga Lapas. Dalam kesempatan tersebut, Rudi memberikan arahan dan penguatan kepada Warga Binaan tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban serta mematuhi seluruh tata tertib yang berlaku di dalam Lapas. Ia juga mengajak seluruh Warga Binaan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari Halinar.


Dalam pelaksanaannya, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba. Namun, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian.


Barang-barang tersebut selanjutnya diamankan untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut, terdiri atas enam buah senjata tajam rakitan, satu buah asbak kaca, tujuh buah alat pencukur kumis, dua buah sendok stainless, satu buah gunting, satu buah pemanas rakitan, satu buah hanger besi, satu buah cincin, satu buah korek gas, enam buah bolpoin, satu buah stop kontak, satu buah jam tangan, dua buah kalung rantai, sembilan buah kartu remi, dua belas buah paku, satu buah botol parfum kaca, satu buah gesper, satu buah bola karet, satu buah potongan tralis, satu buah staples, satu buah amplas, satu buah kawat, delapan buah pinset, satu buah pemotong kuku, serta delapan buah gulungan tali.


Selain penggeledahan, kegiatan juga dilanjutkan dengan pelaksanaan tes urine secara acak terhadap 30 Warga Binaan dan 10 petugas Lapas. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel menunjukkan hasil negatif.



Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa hasil tersebut menjadi bagian dari komitmen jajaran Lapas Pemuda Madiun dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari Halinar.


“Alhamdulillah, dari hasil penggeledahan tidak ditemukan handphone maupun narkoba, dan hasil tes urine terhadap Warga Binaan maupun petugas seluruhnya negatif. Ini menjadi bukti bahwa jajaran Lapas Pemuda Madiun terus berkomitmen menjalankan upaya Zero Halinar sebagaimana yang digaungkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tegas Rudi.


Sementara itu, perwakilan Kodim 0803 Madiun, Serda Januri, mengapresiasi pelaksanaan razia gabungan serta sinergi yang terjalin antara Lapas dan APH.


“Sinergi seperti ini sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas. Dari hasil penggeledahan, tidak ditemukan handphone maupun narkoba di dalam blok hunian. Kami juga melihat Warga Binaan sangat kooperatif selama pelaksanaan kegiatan,” ungkapnya.


Kegiatan kemudian ditutup dengan makan malam bersama sebagai bentuk silaturahmi sekaligus memperkuat kesatuan, kekompakan, dan hubungan kekeluargaan antar-Aparat Penegak Hukum di wilayah Kota Madiun Raya.






Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Lapas Pemuda Madiun terus memperkuat sinergi dengan APH serta meningkatkan langkah-langkah deteksi dini guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari Halinar. (Humas Lapas Pemuda Madiun)