Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus berupaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan sebagai bekal untuk membangun kemandirian. Salah satu program yang saat ini berjalan adalah pelatihan pembuatan aneka kerajinan tangan berbahan benang, seperti tas rajut, boneka, dompet, dan berbagai produk lainnya yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Lapas Pemuda Madiun, Rabu (30/9).
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Lapas Pemuda Madiun dengan PT. Arta Jayendra Perkasa sebagai mitra kerja dalam pembinaan kemandirian. Melalui pelatihan tersebut, Warga Binaan diberikan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengolah benang menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomis.
Tidak sekadar menghasilkan sebuah karya, keterampilan merajut juga melatih ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan konsistensi para peserta. Setiap pola dan rangkaian benang membutuhkan ketekunan agar dapat menghasilkan produk yang rapi dan sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
Selama proses pelatihan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan yang diberikan oleh instruktur. Mulai dari mengenal bahan dan peralatan, mempelajari teknik dasar merajut, hingga mempraktikkannya secara langsung untuk menghasilkan berbagai macam produk kerajinan.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa pelatihan keterampilan merupakan bagian penting dalam program pembinaan kemandirian yang diberikan kepada Warga Binaan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat. Tidak hanya keterampilan teknis, kegiatan merajut juga mengajarkan kesabaran, ketelitian, dan kreativitas. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan menjadi peluang usaha yang produktif,” ujar Rudi.
Salah seorang Warga Binaan berinisial S mengaku senang dapat mengikuti pelatihan merajut. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus membuat dirinya memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan.
“Sebelumnya saya belum terlalu bisa merajut. Setelah mengikuti pelatihan, saya mulai memahami tekniknya dan ternyata cukup menyenangkan. Semoga keterampilan ini bisa terus saya latih dan nantinya dapat menjadi bekal ketika sudah kembali ke masyarakat,” ungkap S.
Melalui pelatihan keterampilan merajut ini, Lapas Pemuda Madiun terus memperkuat program pembinaan kemandirian dengan memberikan bekal keterampilan yang kreatif, produktif, dan bernilai ekonomis bagi Warga Binaan. Diharapkan, setiap karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi hasil kreativitas, tetapi juga menjadi langkah kecil dalam merajut masa depan yang lebih mandiri. (Humas Lapas Pemuda Madiun)