Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun menerima kunjungan Tim Pengamanan Intelijen (Pamintel) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengamanan serta kondisi layanan pemasyarakatan, Kamis (17/9).
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Penindakan dan Pemulihan, Sukarno Ali, beserta tim. Kedatangan tim diterima langsung oleh Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, bersama jajaran struktural.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan peninjauan secara langsung ke sejumlah area dan fasilitas Lapas Pemuda Madiun. Monitoring dimulai dari ruang layanan kunjungan, dapur, blok hunian Warga Binaan, kantin, Wartelsuspas, klinik, Balai Latihan Kerja (BLK), hingga sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Sukarno Ali menyampaikan bahwa monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi di dalam Lapas, termasuk penerapan pengamanan pada blok hunian dengan klasifikasi maximum security, medium security, dan minimum security.
“Dari hasil monitoring yang kami lakukan, mulai dari situasi dan kondisi blok hunian, Wartelsuspas, dapur, dan beberapa fasilitas lainnya, secara umum terlihat berjalan dengan baik. Hal-hal yang sudah baik ini tentunya harus dipertahankan dan terus dilanjutkan agar ke depan dapat menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Selain melakukan peninjauan fasilitas, tim juga melakukan observasi langsung terhadap Warga Binaan. Dari hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan adanya handphone, narkoba, maupun praktik pungutan liar (pungli).
“Kami juga sempat melakukan observasi langsung kepada Warga Binaan. Dari pemantauan yang dilakukan, tidak ditemukan handphone, narkoba maupun pungli. Ini menunjukkan komitmen Lapas Pemuda Madiun dalam mewujudkan Zero Halinar, yaitu zero handphone, pungutan liar, dan narkoba,” tambah Sukarno.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang dilakukan Tim Pamintel Ditjenpas. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh pelaksanaan tugas dan layanan pemasyarakatan berjalan sesuai ketentuan.
“Monitoring dan evaluasi ini menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan pelayanan terbaik kepada Warga Binaan,” tutur Rudi.
Ia menambahkan bahwa jajaran Lapas Pemuda Madiun akan terus berkomitmen menjaga integritas dan konsistensi dalam pemberantasan handphone, pungli, dan narkoba serta meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan kepada Warga Binaan.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Lapas Pemuda Madiun diharapkan dapat terus mempertahankan kondisi keamanan dan ketertiban yang telah berjalan dengan baik serta melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan secara berkelanjutan.
Komitmen bersama dalam menjaga keamanan, memberantas peredaran narkoba, mencegah penggunaan handphone secara ilegal, dan menghindari praktik pungli menjadi bagian penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas. (Humas Lapas Pemuda Madiun)