Polres Bondowoso dan Tim Gabungan Tembus Medan Ekstrem, Karhutla di Lereng Ijen BePolresta Sidoarjo dan Warga Gelar Doa Bersama untuk Kesembuhan Santri Ponpes Manbaul Hikamrhasil Dipadamkan

  


BONDOWOSO – Perjuangan tak kenal lelah ditunjukkan oleh tim gabungan di bawah komando langsung Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M.


Menembus medan yang ekstrem dan kepungan angin kencang, personel gabungan akhirnya berhasil menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Desa Jampit, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, pada Jumat (4/9/2026).


Kebakaran yang sempat mengancam vegetasi hijau di lereng Ijen tersebut langsung direspons secara kilat. Begitu kepulan asap terdeteksi, Kapolres Bondowoso bersama jajaran dari Polres Bondowoso Polda Jatim serta pihak Perhutani langsung bergerak menuju titik koordinat api untuk melakukan lokalisir secara manual.

 



SIDOARJO – Kepedulian terhadap ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, terus mengalir. Pascainsiden dugaan keracunan massal, personel Polresta Sidoarjo Polda Jatim bersama elemen masyarakat menggelar aksi religi berupa doa bersama untuk kesembuhan para santri.


Aksi solidaritas doa bersama tersebut dilaksanakan secara khidmat di Masjid Al Ikhlas Mako Polresta Sidoarjo sesaat setelah pelaksanaan ibadah Shalat Jumat, pada Jumat (4/9/2026). 


Prosesi doa dipimpin langsung oleh Ustaz H.M. Luqman Hakim dan diikuti oleh seluruh personel kepolisian serta masyarakat yang hadir sebagai jamaah Shalat Jumat.


Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing mengajak masyarakat untuk menyatukan hati demi kesembuhan para santri yang kini tengah menjalani perawatan intensif dan berharap para santri bisa segera pulih dan kembali menuntut ilmu seperti sediakala.


Selain memohon kesembuhan, Kombes Pol. Christian Tobing juga berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. 


Ia turut mengimbau masyarakat luas agar tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta mempercayakan seluruh penanganan medis maupun investigasi permasalahan ini kepada pihak berwenang.


“Marilah kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita, para santri yang sedang sakit, agar segera diberikan kesehatan dan kesembuhan oleh Allah SWT. Semoga peristiwa seperti ini tidak kembali terulang,” ajak Kombes Pol. Christian Tobing


Kapolresta Sidoarjo menegaskan bahwa doa bersama ini merupakan wujud nyata dari empati, kepedulian, dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat di tengah situasi prihatin.


Menurut Kombes Pol. Christian Tobing, doa ini dipanjatkan agar keselamatan senantiasa menaungi warga Sidoarjo, terkhusus bagi keluarga besar Ponpes Manbaul Hikam yang saat ini fokus dalam masa pemulihan kesehatan.


“Doa bersama ini adalah wujud kepedulian kita bersama untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT, agar senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dan bagi para santri serta keluarga Ponpes Manbaul Hikam, semoga segera diberikan kesehatan sehingga aktivitas belajar dan mengajar dapat kembali berjalan normal,” ungkap Kombes Pol. Christian Tobing.


Melalui sinergi penanganan medis yang cepat di lapangan serta dukungan spiritual dari seluruh lapisan masyarakat, diharapkan kondisi para santri terdampak dapat segera membaik. 


Kapolresta Sidoarjo juga berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Sidoarjo tetap terjaga dengan aman, damai, dan kondusif. (*)

Tantangan di lapangan terbilang berat. Selain bentang alam yang terjal dan jurang yang curam, hembusan angin kencang khas pegunungan terus meniup material kering sehingga membuat api sempat melompat ke beberapa titik baru. 


Bermodalkan peralatan pemadaman manual (gepyok) dan pasokan air seadanya, seluruh personel bahu-membahu menyisir semak-semak yang membara demi menyelamatkan kawasan hutan yang lebih luas.


"Ini adalah wujud nyata dari soliditas dan sinergitas Polri bersama instansi lintas sektor dan masyarakat sekitar. Fokus utama kami adalah keselamatan ekosistem dan memastikan kabut asap tidak sampai mengganggu aktivitas warga maupun pariwisata. Kami pastikan pergerakan api terkunci," ujar AKBP Aryo Dwi Wibowo di tengah pekatnya asap di lokasi.


Kapolres Bondowoso itu juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas yang berada di garda terdepan. Menurutnya, dedikasi para personel yang tetap bertahan melumpuhkan api di bawah terik matahari dan ancaman bahaya struktural patut diacungi jempol.


Mengingat kondisi cuaca kering akibat musim kemarau yang ekstrem, AKBP Aryo mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa pengawasan di area hutan.


"Kondisi alam saat ini sangat rentan. Jika melihat kepulan asap atau titik api sekecil apa pun, segera hubungi Polsek, Koramil, atau pos Perhutani terdekat. Kecepatan laporan adalah kunci pencegahan bencana yang lebih besar. Mari kita jaga bersama hutan Ijen ini," tegasnya.


Memasuki Jumat sore, kobaran api utama dipastikan telah padam. Kendati demikian, tim gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. 


Petugas masih disiagakan untuk melakukan proses pendinginan (cooling down) secara intensif guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi di dalam tanah yang berpotensi menyala kembali. Saat ini, situasi di kawasan Jampit Ijen dilaporkan telah sepenuhnya aman dan kondusif. (*)