Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus menggencarkan razia rutin pada blok hunian Warga Binaan sebagai langkah deteksi dini sekaligus upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (HALINAR), Rabu (9/9).
Kegiatan razia dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen Lapas Pemuda Madiun dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh dan humanis dengan tetap memperhatikan ketentuan serta prosedur yang berlaku.
Razia dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) dan Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adm. Kamtib), serta diikuti oleh staf KPLP, staf Adm. Kamtib, dan Regu Pengamanan.
Target penggeledahan kali ini menyasar Blok D kamar 1, 2, 3, 5, dan 6. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian, di antaranya 4 buah paku, 1 buah potongan besi, 1 buah kartu remi, 2 buah tali, 1 buah gesper, 1 buah amplas, 2 buah korek api, 1 buah engsel pintu, 1 buah obeng, 2 buah pinset, 2 buah potongan kuku, serta 1 buah botol kaca.
Seluruh barang hasil temuan tersebut selanjutnya diamankan oleh petugas untuk dilakukan pendataan dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Meski demikian, dalam penggeledahan tersebut tidak ditemukan adanya handphone maupun narkoba di dalam kamar hunian Warga Binaan.
Hasil tersebut menjadi indikator positif atas upaya pengawasan dan pengamanan yang terus dilakukan jajaran Lapas Pemuda Madiun. Kendati demikian, petugas tetap akan meningkatkan kewaspadaan dan melaksanakan penggeledahan secara berkala guna mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang maupun barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Ka.KPLP Lapas Pemuda Madiun, Kinayung Nirwana, menyampaikan bahwa razia rutin merupakan langkah preventif yang penting untuk memastikan kondisi blok hunian tetap aman dan kondusif.
“Razia dan penggeledahan rutin ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Tidak hanya fokus pada handphone dan narkoba, kami juga menertibkan barang-barang lain yang berpotensi mengganggu keamanan maupun disalahgunakan oleh Warga Binaan. Kami akan terus melakukan deteksi dini secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Kinayung.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa pemberantasan HALINAR membutuhkan komitmen bersama dari seluruh jajaran serta dukungan Warga Binaan.
“Kami tidak memberikan ruang bagi HALINAR untuk berkembang di Lapas Pemuda Madiun. Pengawasan akan terus kami perkuat melalui razia rutin, deteksi dini, serta penguatan integritas petugas. Kami ingin memastikan Lapas Pemuda Madiun tetap menjadi tempat pembinaan yang aman, tertib, dan kondusif,” tegas Rudi.
Ia juga mengapresiasi jajaran pengamanan yang secara konsisten melaksanakan penggeledahan serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.
Melalui kegiatan razia rutin dan penggeledahan blok hunian secara berkala, Lapas Pemuda Madiun berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan, meningkatkan kewaspadaan, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari HALINAR. (Humas Lapas Pemuda Madiun)