Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun menerima kunjungan monitoring dari Fakultas Hukum dan Biro Magang & Praktik Lapangan (BMPL) Universitas PGRI Madiun, dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan magang tiga mahasiswa Fakultas Hukum yang telah melaksanakan praktik lapangan di Lapas Pemuda Madiun. Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan menjelang penarikan mahasiswa magang oleh pihak Universitas PGRI Madiun, bertempat di ruang rapat Lapas Pemuda Madiun, Rabu (9/9).
Kegiatan tersebut diterima oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Suntoro, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Afifudin Muhammad Yunus, serta Kepala Urusan Kepegawaian dan Keuangan, Fadhila Hasna Kumalasari.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, pihak Lapas Pemuda Madiun bersama dosen pendamping membahas pelaksanaan magang yang telah dijalani oleh tiga mahasiswa, mulai dari kegiatan yang diikuti, kedisiplinan, sikap selama berada di lingkungan Lapas, hingga pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama melaksanakan praktik lapangan.
Kasubag Tata Usaha, Suntoro, menyampaikan apresiasi kepada Universitas PGRI Madiun atas kepercayaan yang diberikan kepada Lapas Pemuda Madiun sebagai tempat pelaksanaan magang mahasiswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas PGRI Madiun yang telah mempercayakan Lapas Pemuda Madiun sebagai tempat mahasiswa melaksanakan magang. Selama berada di sini, mahasiswa kami harapkan dapat memperoleh pengalaman dan gambaran nyata mengenai pelaksanaan tugas di lingkungan pemasyarakatan yang tentunya berbeda dengan pembelajaran yang didapatkan di bangku perkuliahan,” ujarnya.
Selaku mentor, Kasubsi Bimkemaswat, Afifudin Muhammad Yunus, menyampaikan bahwa selama menjalani magang, ketiga mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengenal secara langsung berbagai kegiatan yang ada di Lapas, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pembinaan terhadap Warga Binaan.
“Selama magang, kami memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengenal secara langsung kegiatan yang ada di Lapas. Mereka juga kami arahkan untuk dapat memahami bagaimana proses pembinaan Warga Binaan dilaksanakan. Harapannya, pengalaman selama berada di Lapas ini dapat menjadi bekal dan wawasan tambahan bagi mereka ketika nantinya memasuki dunia kerja,” ungkapnya.
Kaur Kepegawaian dan Keuangan, Fadhila Hasna Kumalasari, menambahkan bahwa ketiga mahasiswa magang menunjukkan sikap yang baik selama melaksanakan praktik lapangan di Lapas Pemuda Madiun. Selain mampu mengikuti arahan, mereka juga dinilai memiliki tata krama yang baik dalam berinteraksi dengan petugas.
“Selama melaksanakan magang, ketiganya menunjukkan sikap yang baik, disiplin, dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja. Tata krama mereka juga bagus, baik dalam berkomunikasi maupun berinteraksi dengan petugas. Hal sederhana seperti menerapkan 5S, yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun, juga mereka terapkan dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, dosen pendamping Universitas PGRI Madiun, Siska, yang mewakili Rektor Universitas PGRI Madiun, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Lapas Pemuda Madiun yang telah menerima, membimbing, dan memberikan kesempatan kepada tiga mahasiswa Fakultas Hukum untuk mendapatkan pengalaman praktik secara langsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Lapas Pemuda Madiun yang telah menerima dan membimbing mahasiswa kami selama melaksanakan magang. Tentunya banyak pengalaman dan pembelajaran yang mereka dapatkan selama berada di sini, terutama bagaimana melihat secara langsung penerapan ilmu yang selama ini mereka peroleh di bangku perkuliahan,” ungkapnya.
Ia berharap kerja sama yang telah terjalin antara Universitas PGRI Madiun dan Lapas Pemuda Madiun dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
“Kami berharap sinergi yang sudah terjalin dengan baik ini dapat terus dilanjutkan ke depannya. Semoga kerja sama antara Universitas PGRI Madiun dan Lapas Pemuda Madiun semakin baik dan dapat memberikan manfaat, khususnya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman praktik di lapangan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan monitoring ini, Lapas Pemuda Madiun dan Universitas PGRI Madiun terus memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan program magang mahasiswa. Pengalaman yang diperoleh selama menjalani praktik lapangan diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional sebelum memasuki dunia kerja. (Humas Lapas Pemuda Madiun)