Apresiasi Hasil Karya, Lapas Pemuda Madiun Serahkan Premi sebagai Bekal Warga Binaan Menuju Kemandirian

 


Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan melalui berbagai program pembinaan produktif. Salah satunya diwujudkan melalui pembinaan kemandirian berupa kegiatan merajut yang diikuti oleh 13 Warga Binaan.

Sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan dan produktivitas dalam kegiatan tersebut, Lapas Pemuda Madiun memberikan premi kepada 13 Warga Binaan peserta kegiatan merajut, Rabu (7/10). Penyerahan premi dilakukan oleh Kepala Sub Seksi Sarana Kerja, Agung Tri Mulya.

Premi yang diberikan merupakan bentuk penghargaan atas hasil kerja Warga Binaan selama mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian. Penyaluran premi dilakukan secara non-tunai dan langsung masuk ke dalam kartu Brizzi masing-masing Warga Binaan.

Dengan adanya premi tersebut, Warga Binaan dapat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menjalani masa pidana maupun menyisihkannya sebagai tabungan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Dwi Saputra, menyampaikan bahwa pemberian premi tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap hasil kerja Warga Binaan, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi mereka untuk terus mengikuti kegiatan pembinaan secara aktif.

“Premi ini merupakan bentuk penghargaan atas kerja dan keterampilan yang telah ditunjukkan Warga Binaan. Kami berharap mereka semakin termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembinaan, mengembangkan keterampilan, serta dapat menyisihkan sebagian hasil yang diterima sebagai bekal ketika bebas nanti,” ungkap Dwi.

Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian menjadi salah satu upaya Lapas dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai produktif dan dapat dikembangkan setelah mereka kembali ke masyarakat.

“Pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga bagaimana Warga Binaan mendapatkan bekal keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat. Melalui kegiatan seperti merajut, kami ingin mereka memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan menjadi modal kemandirian setelah bebas,” tegas Rudi.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pembinaan kemandirian serta mendorong agar kegiatan produktif bagi Warga Binaan terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Melalui pembinaan kemandirian yang disertai pemberian premi atas hasil kerja, Lapas Pemuda Madiun berkomitmen menciptakan proses pembinaan yang produktif, memberikan nilai manfaat, serta mempersiapkan Warga Binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan semangat untuk hidup mandiri. (Humas Lapas Pemuda Madiun)