Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus berupaya memenuhi hak pendidikan bagi Warga Binaan melalui penyelenggaraan pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan Paket C. Salah satu mata pelajaran yang diberikan adalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), yang dilaksanakan secara interaktif di ruang kelas Lapas Pemuda Madiun, Selasa (13/10).
Pembelajaran berlangsung di Ruang Kelas Lapas Pemuda Madiun bersama Yuwas Aji Nugraha, tutor dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Mustofa Kota Madiun. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk terus belajar, menambah wawasan, serta memperoleh pengetahuan yang bermanfaat sebagai bekal menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
Dalam pembelajaran PPKN, Yuwas mengajak Warga Binaan memahami wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terdiri atas wilayah darat, laut, dan udara. Materi disampaikan untuk memberikan pemahaman mengenai cakupan wilayah Indonesia sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga keutuhan wilayah negara sebagai bentuk tanggung jawab setiap warga negara. Melalui pembelajaran ini, Warga Binaan diharapkan semakin memahami wawasan kebangsaan dan menumbuhkan rasa cinta Tanah Air.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang harus tetap dipenuhi, termasuk bagi Warga Binaan yang sedang menjalani masa pidana. Menurutnya, program pendidikan kesetaraan tidak hanya memberikan kesempatan untuk memperoleh ijazah, tetapi juga menambah pengetahuan dan membentuk pola pikir yang lebih baik.
“Melalui Program Paket C, kami ingin memastikan Warga Binaan tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri. Pembelajaran PPKN menjadi salah satu sarana untuk memperluas wawasan kebangsaan serta menumbuhkan rasa cinta Tanah Air sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Rudi.
Sementara itu, Yuwas Aji Nugraha selaku tutor dari PKBM Al Mustofa Kota Madiun menyampaikan bahwa pemahaman mengenai wilayah NKRI merupakan salah satu materi penting dalam pembelajaran PPKN. Menurutnya, pengetahuan tersebut dapat membantu Warga Binaan memahami wilayah Indonesia sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
“Melalui materi ini, kami berharap Warga Binaan dapat memahami bahwa Indonesia memiliki wilayah darat, laut, dan udara yang menjadi bagian dari NKRI. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga sebagai warga negara Indonesia serta meningkatkan kesadaran untuk ikut menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” tutur Yuwas.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan berinisial R menyampaikan bahwa pembelajaran PPKN memberikan tambahan pengetahuan yang bermanfaat baginya. Ia mengaku senang dapat kembali mengikuti kegiatan belajar dan memahami lebih jauh materi tentang wilayah Indonesia.
“Saya senang bisa mengikuti pembelajaran ini karena mendapatkan pengetahuan baru tentang wilayah Indonesia yang terdiri dari darat, laut, dan udara. Kegiatan seperti ini membuat saya bisa terus belajar dan menambah wawasan selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C, Lapas Pemuda Madiun terus mendukung pemenuhan hak pendidikan bagi Warga Binaan agar mereka dapat meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan kebangsaan, serta mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)
