Madiun, INFO_PAS – Tak hanya sekadar melakukan trolling atau kontrol keliling, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun juga memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana membangun komunikasi, mempererat kedekatan, serta memastikan kondisi Warga Binaan tetap aman dan tertib. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menyambangi blok hunian sekaligus menyapa Warga Binaan secara langsung, Sabtu (17/10).
Kegiatan dipimpin oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Denny Wahyu Kristanto, bersama Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik, Bambang Budiantoro Hutabarat. Turut mengikuti kegiatan tersebut Kepala Subseksi Registrasi, jajaran staf, serta regu pengamanan.
Dalam pelaksanaannya, petugas berkeliling memantau situasi blok hunian, memastikan kondisi keamanan dan ketertiban tetap terjaga, sekaligus berinteraksi langsung dengan Warga Binaan. Melalui komunikasi yang terbuka dan pendekatan yang humanis, petugas dapat mengetahui kondisi di lingkungan hunian, mendengarkan aspirasi, serta mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Denny Wahyu Kristanto, menyampaikan bahwa trolling bukan sekadar kegiatan rutin untuk memantau kondisi keamanan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi petugas untuk membangun kedekatan dengan Warga Binaan.
“Melalui trolling, kami tidak hanya memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif, tetapi juga berupaya hadir di tengah Warga Binaan, menyapa, mendengarkan, dan mengetahui kondisi mereka secara langsung. Dengan komunikasi yang baik, potensi gangguan keamanan dapat dideteksi lebih dini sehingga lingkungan hunian tetap aman dan tertib,” ungkap Kristanto.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa pengawasan dan pendekatan humanis harus berjalan beriringan. Menurutnya, keamanan yang kondusif tidak hanya dibangun melalui pengawasan, tetapi juga melalui komunikasi, kepedulian, dan hubungan yang baik antara petugas dengan Warga Binaan.
“Trolling menjadi bagian penting dari upaya kami menjaga keamanan sekaligus memastikan Warga Binaan mendapatkan perhatian yang semestinya. Kami ingin petugas tidak hanya hadir untuk melakukan pengawasan, tetapi juga mampu menjadi pendengar yang baik. Dengan begitu, suasana yang aman, tertib, dan kondusif dapat terus terjaga serta mendukung proses pembinaan,” tegas Rudi.
Salah satu Warga Binaan berinisial B mengaku merasa senang ketika petugas menyempatkan diri untuk menyapa dan berkomunikasi secara langsung.
“Menurut saya, kegiatan seperti ini membuat kami merasa diperhatikan. Petugas tidak hanya berkeliling memantau, tetapi juga menyapa dan menanyakan keadaan kami. Hal sederhana seperti ini membuat komunikasi terasa lebih dekat dan kami juga bisa menyampaikan apabila ada hal yang perlu diperhatikan,” tuturnya.
Melalui kegiatan trolling yang disertai komunikasi humanis, Lapas Pemuda Madiun terus berupaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran petugas secara langsung di tengah Warga Binaan diharapkan mampu memperkuat deteksi dini, mencegah potensi gangguan keamanan, serta mendukung pelaksanaan pembinaan secara optimal. (Humas Lapas Pemuda Madiun)