Madiun, INFO_PAS – Komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran barang terlarang terus diwujudkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun. Sebagai langkah nyata dalam mendukung upaya Zero HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba), jajaran pengamanan melaksanakan razia rutin di kamar hunian Warga Binaan, Kamis (15/10).
Kegiatan ini merupakan bagian dari deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban sekaligus upaya memastikan kamar hunian tetap dalam kondisi aman dan kondusif. Melalui penggeledahan secara berkala, petugas berupaya mencegah keberadaan barang-barang terlarang yang berpotensi disalahgunakan serta menjaga situasi Lapas agar senantiasa terkendali.
Razia dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka.KPLP), Kinayung Nirwana, bersama Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib (Kasi Adm. Kamtib), Denny Wahyu Kristanto. Kegiatan tersebut turut diikuti Kepala Subseksi Pelaporan dan Tata Tertib, jajaran staf KPLP, staf Adm. Kamtib, serta Regu Pengamanan. Penggeledahan menyasar kamar 14 dan 15 di Blok C Atas.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di kamar hunian, meliputi dua gulungan tali, satu jarum pentul, tiga paku, satu potongan gerinda, satu potongan besi, dan satu sabuk. Seluruh temuan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi jajaran pengamanan untuk terus meningkatkan pengawasan dan memastikan tidak ada barang yang berpotensi mengganggu keamanan di lingkungan Lapas. Dalam razia kali ini, petugas tidak menemukan telepon genggam maupun narkoba.
Ka.KPLP Lapas Pemuda Madiun, Kinayung Nirwana, menyampaikan bahwa razia rutin merupakan langkah penting untuk mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang di dalam Lapas.
“Jangan sampai ada handphone maupun narkoba di dalam Lapas. Kami akan terus melaksanakan razia secara rutin dan meningkatkan kewaspadaan seluruh jajaran untuk memastikan kamar hunian tetap aman dan tertib. Kami juga mengingatkan Warga Binaan agar mematuhi tata tertib dan tidak menyimpan barang-barang yang dilarang,” tegas Kinayung.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara konsisten. Menurutnya, razia rutin menjadi salah satu bentuk keseriusan jajaran dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang aman sekaligus mendukung pelaksanaan program pemasyarakatan.
“Razia bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah nyata untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta memastikan Lapas tetap bersih dari handphone dan narkoba. Saya menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kewaspadaan, melaksanakan tugas sesuai prosedur, dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Rudi.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pemuda Madiun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan, mencegah gangguan keamanan dan ketertiban, serta mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif guna mendukung pembinaan Warga Binaan secara optimal. (Humas Lapas Pemuda Madiun)

