Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus menggencarkan razia rutin maupun razia insidentil pada blok hunian Warga Binaan sebagai upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (HALINAR), Kamis (8/10).
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Melalui penggeledahan rutin, petugas memastikan kondisi blok hunian tetap terkendali sekaligus mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang di lingkungan Lapas.
Razia dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) dan Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib serta diikuti oleh Kepala Subseksi Portatib, staf KPLP, staf Adm. Kamtib, serta Regu Pengamanan.
Penggeledahan menyasar Blok D kamar 1, 2, dan 3. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian, di antaranya satu buah cutter, satu potongan kaca, satu klip, satu gulungan senar, satu pemotong kuku, tiga buah pinset, satu buah anting, satu korek telinga berbahan besi, dua botol parfum berbahan kaca, satu buah sabuk, serta 10 buah paku.
Dalam penggeledahan tersebut, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba. Seluruh barang hasil temuan selanjutnya diamankan untuk dilakukan pendataan dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ka.KPLP Lapas Pemuda Madiun, Kinayung Nirwana, menyampaikan bahwa razia merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus memastikan lingkungan hunian tetap bersih dari barang-barang yang berpotensi membahayakan.
“Razia rutin ini merupakan bagian dari upaya kami untuk melakukan deteksi dini dan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Barang-barang yang ditemukan langsung kami amankan dan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Kami terus berkomitmen menjaga blok hunian tetap aman dan tertib serta mewujudkan Zero HALINAR di Lapas Pemuda Madiun,” tegas Kinayung.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa pelaksanaan razia harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan sebagai bentuk komitmen jajaran dalam menjaga integritas serta menciptakan lingkungan Lapas yang aman dan kondusif.
“Komitmen Zero HALINAR tidak boleh berhenti pada kegiatan razia saja. Pengawasan dan deteksi dini harus terus dilakukan secara konsisten. Kami ingin memastikan Lapas Pemuda Madiun benar-benar menjadi lingkungan yang aman, tertib, dan bersih dari handphone ilegal maupun narkoba,” ujar Rudi.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk tetap melaksanakan pengamanan sesuai prosedur, meningkatkan kewaspadaan, serta mengedepankan sikap profesional dalam setiap pelaksanaan tugas.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pemuda Madiun terus memperkuat pengawasan dan deteksi dini guna mencegah masuknya barang-barang terlarang sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Pemuda Madiun dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan konsisten dalam menjaga Zero HALINAR. (Humas Lapas Pemuda Madiun)
