Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui panen 92 kilogram ikan lele di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (29/10). Hasil panen tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan pembinaan kemandirian Warga Binaan, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di dapur Lapas.
Kegiatan panen dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan budidaya ikan lele yang melibatkan Warga Binaan. Melalui program ini, Warga Binaan memperoleh kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai proses budidaya perikanan, mulai dari pemeliharaan hingga panen. Selain menghasilkan produk pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan setelah bebas nanti.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Dwi Saputra, menyampaikan bahwa budidaya ikan lele merupakan salah satu kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata, baik dalam mendukung ketahanan pangan maupun meningkatkan keterampilan Warga Binaan.
“Panen ini merupakan hasil dari proses pemeliharaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kami terus mendorong kegiatan budidaya ikan lele agar dapat memberikan manfaat optimal, tidak hanya dari sisi hasil produksi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan di bidang perikanan,” ungkap Dwi.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa program ketahanan pangan menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, pemanfaatan area SAE untuk budidaya ikan lele diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan pangan sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja.
“Kami ingin memastikan bahwa program pembinaan yang dilaksanakan memberikan manfaat nyata. Melalui budidaya ikan lele, Warga Binaan tidak hanya berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan Lapas, tetapi juga memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha ketika kembali ke masyarakat,” tegas Rudi.
Salah satu Warga Binaan berinisial J yang mengikuti kegiatan budidaya ikan lele mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberinya pengalaman baru dalam memahami proses pemeliharaan ikan hingga siap dipanen.
“Melalui kegiatan ini, saya belajar bagaimana memelihara ikan lele dengan baik, mulai dari perawatan hingga panen. Saya merasa senang karena bisa ikut menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Semoga ilmu yang saya dapatkan di sini bisa menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri setelah bebas nanti,” tuturnya.
Melalui program budidaya ikan lele di area SAE, Lapas Pemuda Madiun terus berupaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif. Diharapkan, kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi bekal keterampilan bagi Warga Binaan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)