Lapas Pemuda Madiun Panen Lele, Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Pangan

 


Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun memanen 92 kilogram ikan lele di area Sarana Asimilasi dan Edukasi, Sabtu (3/10). Hasil panen tersebut menjadi bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan, dengan hasil budidaya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di dapur Lapas.

Kegiatan panen melibatkan jajaran petugas bersama Warga Binaan yang telah mengikuti pembinaan dan pelatihan budi daya ikan. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga memberikan pengalaman dan keterampilan praktis kepada Warga Binaan sebagai bekal untuk hidup mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

Warga Binaan terlibat langsung dalam seluruh tahapan budi daya, mulai dari penebaran bibit, pemberian pakan, perawatan dan pemantauan pertumbuhan ikan, hingga proses panen. Setelah dipanen, ikan lele tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di dapur Lapas.

Salah satu Warga Binaan, A, yang terlibat dalam kegiatan budi daya lele menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menambah keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

“Selama mengikuti kegiatan ini saya banyak belajar, mulai dari cara merawat ikan, pemberian pakan, sampai proses panen. Senang melihat hasil yang kami rawat bersama bisa dipanen dan dimanfaatkan untuk kebutuhan di Lapas. Keterampilan ini juga menjadi bekal bagi kami setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa budi daya lele merupakan bentuk nyata pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat langsung, baik bagi Warga Binaan maupun pemenuhan kebutuhan pangan di Lapas.

“Panen ini bukan sekadar menghasilkan ikan, tetapi menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian yang kita lakukan memberikan hasil nyata. Warga Binaan mendapatkan keterampilan, sementara hasil budidayanya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di dapur Lapas. Ini yang terus kita dorong agar kegiatan pembinaan semakin produktif dan berkelanjutan,” tegas Rudi.

Menurutnya, pemanfaatan lahan di lingkungan Lapas untuk kegiatan produktif menjadi langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, bekerja, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Budi daya lele ini juga merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tentang kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Pemuda Madiun terus mendorong optimalisasi lahan dan pengembangan program pembinaan yang produktif. Selain menghasilkan bahan pangan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja sebagai bekal menuju kehidupan yang mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)