Menata Rambut, Menata Masa Depan: Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun Asah Keahlian Pangkas Rambut

 



Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus berkomitmen membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan barbershop Lasdaun yang menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk mengasah kemampuan di bidang pangkas rambut sekaligus memperoleh pengalaman dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, Sabtu (17/10).

Di Balai Latihan Kerja (BLK) ini, Warga Binaan menjalankan aktivitas pangkas rambut dengan memperhatikan kerapian hasil potongan serta kebutuhan pelanggan. Mulai dari menyiapkan peralatan, menentukan model rambut sesuai permintaan, hingga menjaga kebersihan area kerja, setiap tahapan menjadi bagian dari proses pembelajaran secara langsung. Aktivitas ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi dengan pelanggan.

Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian melalui barbershop Lasdaun merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan potensi Warga Binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami ingin Warga Binaan memanfaatkan waktu pembinaan untuk mengembangkan kemampuan dan menggali potensi yang mereka miliki. Keterampilan pangkas rambut ini dapat menjadi modal berharga ketika mereka kembali ke masyarakat, baik untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri. Harapannya, mereka memiliki bekal yang nyata untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan mandiri ke depannya,” ungkap Rudi.

Sementara itu, salah satu Warga Binaan berinisial N mengaku telah memiliki pengalaman memangkas rambut sebelum menjalani masa pidana. Kesempatan mengikuti kegiatan di barbershop Lasdaun menjadi sarana baginya untuk kembali mengasah kemampuan, meningkatkan keterampilan, serta tetap produktif selama menjalani pembinaan.

“Sebelum masuk Lapas, saya memang sudah punya pengalaman memangkas rambut. Di sini, saya bisa kembali menyalurkan kemampuan yang saya miliki sekaligus terus belajar agar hasil potongan semakin rapi dan sesuai keinginan pelanggan. Saya berharap keterampilan ini bisa menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat, sehingga saya bisa bekerja atau bahkan membuka usaha pangkas rambut sendiri,” tutur N.

Melalui kegiatan barbershop Lasdaun, Lapas Pemuda Madiun terus mendorong Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan peluang kerja. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas selama menjalani masa pidana, tetapi menjadi modal untuk menata masa depan, membangun kemandirian, dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)