Wujudkan Pembinaan Produktif dan Berkelanjutan, Lapas Pemuda Madiun Panen 93 Kilogram Lele

 


Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun memanen 93 kilogram ikan lele di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Senin (19/10). Hasil panen tersebut menjadi bagian dari program ketahanan pangan sekaligus upaya mengoptimalkan kegiatan pembinaan kemandirian Warga Binaan, dengan hasil budidaya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di dapur Lapas.

Kegiatan panen ini merupakan bagian dari pengembangan sektor perikanan yang dikelola melalui program pembinaan kemandirian. Selain menghasilkan komoditas pangan, budidaya ikan lele juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk mempelajari keterampilan produktif, mulai dari proses pemeliharaan hingga panen. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan diharapkan memperoleh pengalaman dan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha setelah menyelesaikan masa pidana.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Dwi Saputra, menyampaikan bahwa budidaya ikan lele merupakan salah satu kegiatan produktif yang terus dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan keterampilan Warga Binaan.

“Panen sebanyak 93 kilogram ikan lele ini menjadi bukti bahwa kegiatan pembinaan kemandirian dapat memberikan hasil nyata. Kami terus mendorong Warga Binaan untuk terlibat aktif dalam proses budidaya, sehingga mereka tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memahami nilai kerja keras, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menghasilkan produk yang bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian harus memberikan manfaat nyata, baik bagi Warga Binaan maupun dalam mendukung kebutuhan pangan di lingkungan Lapas.

“Melalui kegiatan seperti budidaya ikan lele, kami ingin memastikan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama menjalani masa pidana, tetapi juga memberikan bekal keterampilan yang berguna ketika mereka kembali ke masyarakat. Hasil panen ini sekaligus mendukung ketahanan pangan Lapas dan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kegiatan produktif yang berkelanjutan,” tegasnya.

Salah satu Warga Binaan berinisial K yang mengikuti kegiatan budidaya ikan lele mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberinya pengalaman dan pengetahuan baru dalam bidang perikanan.

“Saya mendapatkan pengalaman tentang cara merawat ikan lele hingga siap dipanen. Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa hasil yang baik membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan tanggung jawab. Harapannya, keterampilan ini bisa saya manfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat nanti,” ungkapnya.

Melalui program budidaya ikan lele di area SAE, Lapas Pemuda Madiun terus berupaya menghadirkan pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan agar lebih siap menjalani kehidupan yang mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)