Belajar Teks Negosiasi, Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun Asah Kemampuan Komunikasi melalui Program Paket C


Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus mendukung pemenuhan hak pendidikan bagi Warga Binaan melalui penyelenggaraan pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan Paket C. Salah satu mata pelajaran yang diberikan adalah Bahasa Indonesia. Kali ini, Warga Binaan mempelajari materi teks negosiasi melalui pembelajaran interaktif yang dilaksanakan di ruang kelas Lapas Pemuda Madiun, Rabu (4/11).


Pembelajaran berlangsung bersama Hery Anggorowati dan Yuwas Aji Nugraha, tutor dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Mustofa Kota Madiun.


Dalam kegiatan tersebut, Hery Anggorowati menjelaskan materi teks negosiasi mulai dari pengertian, tujuan, ciri-ciri, struktur, hingga contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Warga Binaan diberikan pemahaman mengenai cara menyampaikan pendapat, mengajukan penawaran, serta mencapai kesepakatan melalui komunikasi yang baik dan saling menghargai.


Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu bekal penting bagi Warga Binaan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Melalui Program Paket C, mereka diberikan kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan meningkatkan pengetahuan meskipun sedang menjalani masa pidana.


"Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ruang gerak tidak menjadi penghalang bagi Warga Binaan untuk terus menuntut ilmu. Pembelajaran seperti ini bukan hanya memberikan pengetahuan akademis, tetapi juga melatih kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan membangun rasa percaya diri. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat," ungkap Rudi.


Suasana pembelajaran semakin interaktif ketika Warga Binaan secara bergantian mempraktikkan contoh percakapan negosiasi di depan kelas. Mereka mencoba memerankan situasi tawar-menawar dan menyampaikan pendapat untuk mencapai kesepakatan bersama. Praktik tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengaplikasikan materi sekaligus melatih keberanian berbicara di depan orang lain.


Tutor PKBM Al Mustofa, Hery Anggorowati, menyampaikan bahwa materi teks negosiasi penting untuk dipahami karena berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Kemampuan bernegosiasi dapat membantu seseorang menyampaikan keinginan, menghargai perbedaan pendapat, serta mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.


"Melalui materi ini, kami ingin Warga Binaan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya. Negosiasi mengajarkan bagaimana berkomunikasi dengan baik, mendengarkan pendapat orang lain, dan mencari jalan tengah ketika terdapat perbedaan. Kemampuan ini tentu sangat berguna dalam kehidupan bermasyarakat," jelas Hery.


Sementara itu, salah satu Warga Binaan berinisial R mengaku senang dapat mengikuti pembelajaran tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan menambah pengetahuan sekaligus memberikan pengalaman baru dalam berkomunikasi dan menyampaikan pendapat.


"Saya senang bisa mengikuti pelajaran ini. Selain mendapatkan ilmu baru, kami juga diberi kesempatan untuk praktik langsung di depan teman-teman. Awalnya sedikit gugup, tetapi menjadi pengalaman yang menyenangkan dan membuat saya lebih percaya diri," ungkapnya.


Melalui pembelajaran Program Paket C ini, Lapas Pemuda Madiun terus berkomitmen memberikan kesempatan pendidikan yang berkualitas bagi Warga Binaan. Tidak sekadar mengejar pengetahuan akademis, kegiatan ini juga menjadi sarana mengasah keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan Warga Binaan agar lebih siap menjalani kehidupan yang produktif setelah kembali ke masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)