Lapas Pemuda Madiun Dukung Penguatan Sinergi Pemasyarakatan melalui FORIS dan Penandatanganan Kerja Sama di Pacitan




PACITAN, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun turut menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FORIS) dan Penandatanganan Kerja Sama yang diselenggarakan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Madiun. Kegiatan tersebut berlangsung di Museum dan Galeri SBY-ANI, Kabupaten Pacitan, sebagai upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. (05/11)


Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Pacitan diwakili Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Sosial, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kepala UPT Pemasyarakatan Korwil Madiun, serta Kepala Lapas Pemuda Madiun yang diwakili oleh Kasi Kegiatan Kerja. Turut hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Pacitan, kepala dinas, camat, kepala desa, dan lurah di wilayah Kabupaten Pacitan.


Acara diawali dengan laporan Kepala Bapas Madiun, dilanjutkan sambutan Bupati Pacitan diwakili Didik Darmawan Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Sosial, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan dan sambutan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur. Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan dengan penandatanganan kerja sama sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan program pemasyarakatan yang lebih optimal dan berkelanjutan.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion yang membahas implementasi Pidana Kerja Sosial dan Kelayan Binter. Diskusi ini menjadi wadah bertukar gagasan, menyamakan persepsi, serta memperkuat koordinasi antara jajaran pemasyarakatan dan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan pidana alternatif serta pembimbingan kemasyarakatan.


Kepala Lapas Pemuda Madiun, Dr. Rudi Kristiawan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi dan kolaborasi lintas sektor merupakan faktor penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin humanis, efektif, dan berorientasi pada pemulihan serta reintegrasi sosial.


“Melalui kegiatan FORIS dan penandatanganan kerja sama ini, kami berharap terjalin koordinasi yang semakin kuat antara jajaran pemasyarakatan dan pemerintah daerah. Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial dan program pembimbingan kemasyarakatan membutuhkan dukungan serta keterlibatan berbagai pihak agar dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Rudi Kristiawan.


Kehadiran Lapas Pemuda Madiun dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan terhadap penguatan kolaborasi pemasyarakatan, sekaligus mendorong pelaksanaan program pembinaan dan reintegrasi sosial yang semakin terarah dan berkelanjutan. (Humas Lapas Pemuda Madiun)