Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun melaksanakan asesmen Risiko Residivis Indonesia (RRI) dan kriminogenik yang dilakukan oleh Psikolog Klinis Lapas Pemuda Madiun terhadap 6 Warga Binaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Klinik Lapas Pemuda Madiun sebagai bagian dari proses pembinaan dan persiapan program integrasi bagi Warga Binaan, Senin (25/5).
Asesmen dilaksanakan guna mengidentifikasi tingkat risiko pengulangan tindak pidana, kebutuhan pembinaan, serta faktor-faktor kriminogenik yang dimiliki Warga Binaan sebelum memperoleh hak integrasi. Melalui proses ini, diharapkan program pembinaan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan mendukung proses reintegrasi sosial secara optimal.
Psikolog Klinis Lapas Pemuda Madiun, Mahardika Intan Rahmawati, menyampaikan bahwa asesmen RRI dan kriminogenik menjadi bagian penting dalam menentukan rekomendasi tindak lanjut pembinaan bagi warga binaan.
“Melalui asesmen ini, kami dapat mengetahui tingkat risiko residivisme, kebutuhan psikologis, serta faktor perilaku yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut. Hasil asesmen nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam proses integrasi agar Warga Binaan benar-benar siap kembali ke masyarakat dan tidak mengulangi tindak pidana,” jelas Mahardika.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa pelaksanaan asesmen merupakan bentuk komitmen lapas dalam mewujudkan pembinaan yang profesional, terukur, dan berbasis kebutuhan individu Warga Binaan.
“Pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga bagaimana mempersiapkan Warga Binaan agar mampu kembali dan beradaptasi secara positif di tengah masyarakat. Karena itu, asesmen psikologis dan kriminogenik menjadi tahapan penting dalam mendukung keberhasilan program integrasi,” tegas Rudi.
Melalui kegiatan asesmen ini, Lapas Pemuda Madiun terus berupaya memberikan pelayanan pembinaan yang optimal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terciptanya proses pemasyarakatan yang humanis, akuntabel, dan berorientasi pada perubahan perilaku Warga Binaan ke arah yang lebih baik. (Humas Lapas Pemuda Madiun)