Kalapas Pemuda Madiun Rudi Kristiawan Raih Gelar Doktor, Usung Model Pemberdayaan Ekonomi Warga Binaan


 

Jember, INFO_PAS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun, Rudi Kristiawan, berhasil meraih gelar Doktor dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember. Ia dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86 dan memperoleh predikat Dengan Pujian (Cumlaude) melalui Ujian Promosi Doktor, Senin (31/8).

 

Sidang akademik tersebut turut dihadiri oleh Kepala Lapas Jember, Kepala Lapas Banyuwangi, Kepala Lapas Mojokerto, jajaran Lapas Pemuda Madiun dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Situbondo, serta keluarga Rudi Kristiawan yang hadir memberikan dukungan penuh atas capaian akademiknya.

 

Dalam disertasinya, Rudi mengangkat judul “Model Pemberdayaan Ekonomi Warga Binaan Pemasyarakatan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Situbondo.” Penelitian tersebut berangkat dari pengalamannya ketika menjabat sebagai Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo.

 

Rudi menjelaskan bahwa inti persoalan yang menjadi perhatian dalam penelitian tersebut adalah perlunya model pemberdayaan ekonomi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan produktif selama menjalani masa pidana, tetapi juga mampu membangun kemandirian, kesiapan kerja dan usaha, serta mendukung proses reintegrasi sosial-ekonomi setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

 

“Pemberdayaan ekonomi Warga Binaan diperlukan agar mereka memiliki kemandirian dan kesiapan untuk bekerja maupun berwirausaha. Dengan demikian, mereka memiliki bekal yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat dan diharapkan dapat berkontribusi pada pengurangan risiko residivisme,” jelas Rudi.

 

Dalam proses Ujian Promosi Doktor, Rudi mampu menjawab berbagai pertanyaan kritis dan mendalam yang disampaikan oleh para guru besar dan penguji. Penguasaan terhadap substansi penelitian, kemampuan mempertahankan argumentasi secara komprehensif, serta relevansi hasil penelitian dengan kebutuhan pembinaan dan reintegrasi Warga Binaan menjadi bagian penting yang mengantarkannya meraih gelar doktor dengan IPK 3,86 dan predikat Dengan Pujian.

 



Usai prosesi akademik tersebut, Rudi Kristiawan menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya.

 

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur setelah hari ini disematkan gelar Doktor di depan nama saya. Sejujurnya, saya tidak pernah bercita-cita menjadi seorang doktor seperti saat ini. Namun, berkat motivasi, dukungan, dan semangat dari Bapak dan Ibu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, serta dukungan keluarga dan rekan-rekan, akhirnya saya bisa sampai pada tahap ini,” ungkapnya.

 

Menurut Rudi, gelar doktor yang diraihnya bukan sekadar pencapaian akademik pribadi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi dalam pengembangan pemasyarakatan, khususnya dalam menciptakan pola pembinaan yang mampu membekali Warga Binaan dengan keterampilan, kemandirian ekonomi, dan kesiapan untuk kembali ke masyarakat.

 

Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa tugas kedinasan dan pengembangan kapasitas akademik dapat berjalan beriringan. Melalui disertasi yang berangkat dari pengalaman empiris di lingkungan pemasyarakatan, Rudi Kristiawan menghadirkan gagasan pemberdayaan ekonomi yang diharapkan mampu memperkuat tujuan pembinaan, yakni mempersiapkan Warga Binaan agar dapat kembali dan diterima sebagai bagian dari masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)