Komitmen Zero Halinar, Lapas Pemuda Madiun Gelar Razia Insidentil

  



Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali melaksanakan razia insidentil sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), Selasa (1/9). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas Pemuda Madiun dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari handphone, pungutan liar, serta narkoba (Halinar).

Razia dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) dan Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adm. Kamtib), serta diikuti Kepala Subseksi Keamanan, Kepala Subseksi Pelaporan dan Tata Tertib (Portatib), staf KPLP, staf Adm. Kamtib, dan Regu Pengamanan.

Kegiatan difokuskan di Blok B, khususnya kamar 5 dan 7. Petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kamar hunian beserta barang-barang milik Warga Binaan. Penggeledahan dilakukan secara teliti sebagai upaya mendeteksi sekaligus mencegah keberadaan barang-barang yang dilarang di dalam lingkungan Lapas.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dan mengamankan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian, berupa dua buah senjata tajam rakitan, satu buah paku, satu buah sendok stainless, serta masing-masing satu gulungan kawat, kabel, benang, dan tali. Seluruh barang hasil temuan tersebut selanjutnya didata dan diamankan sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk dilakukan pemusnahan.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan secara menyeluruh, petugas tidak menemukan handphone, narkotika, maupun barang terlarang lainnya yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Hasil tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini dan pengawasan yang terus dilakukan secara konsisten oleh jajaran Lapas Pemuda Madiun.

Ka.KPLP Lapas Pemuda Madiun, Kinayung Nirwana, menyampaikan bahwa razia insidentil merupakan langkah preventif untuk memastikan kondisi kamar hunian tetap aman serta mencegah adanya barang-barang yang dapat berpotensi menimbulkan gangguan kamtib.

“Razia ini merupakan bagian dari deteksi dini. Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi gangguan keamanan baru melakukan tindakan. Pemeriksaan secara rutin maupun insidentil menjadi upaya kami untuk memastikan kondisi blok hunian tetap aman dan terkendali,” ujar Kinayung.

Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa komitmen Zero Halinar harus diwujudkan melalui pengawasan dan penegakan aturan secara konsisten.

“Zero Halinar bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui pengawasan yang konsisten, deteksi dini, serta tindakan sesuai aturan. Kami berkomitmen menjaga Lapas Pemuda Madiun tetap aman, tertib, dan bebas dari handphone, pungutan liar, maupun narkoba,” tegas Rudi.

Melalui pelaksanaan razia insidentil secara konsisten, Lapas Pemuda Madiun terus memperkuat pengawasan dan deteksi dini sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif. Komitmen Zero Halinar akan terus dijaga melalui sinergi seluruh jajaran serta penguatan integritas dalam pelaksanaan tugas. (Humas Lapas Pemuda Madiun)